Month: June 2015

On voicing your opinion

Ada orang-orang yang saat memberi pendapat atau masukan kekeuuh banget kalo masukan dia harus di terima dan diimplementasikan. Bisa jadi kita pun kadang begitu, mau itu di organisasi, kepanitiaan, atau bahkan kelompok kecil sekalipun.

Pertanyaannya. Hal apa yang harus kita ingat saat dorongan seperti ini mulai muncul?

Simple, just remember this: Giving suggestion is just like shadaqah. Memberi masukan itu seperti sedekah.

Niat kita harus karena Allah. Kalau sedekah tujuannya karena pengen dapat imbalan duniawi, then Allah does not count your shadaqah. Begitu juga dengan memberi masukan. Jika memberi masukan dengan tujuan agar masukannya harus dan wajib dituruti, maka masukan itu cenderung bukan karena Allah, tapi karena ego diri sendiri.

Berhati-hatilah. Make sure niat kita karena Allah. Bagaimana cara memeriksa niat? Begini, kalau kita tersinggung saat masukan kita ditolak, kemungkinan ada masalah dengan niat kita.

Setelah niat kita benar, tinggal baguskan caranya. Bagaimana cara berbicara dan memberi masukan yang baik? Mari intip Al Quran.

Dalam Al-Quran Allah menyuruh kita untuk lemah lembut antar sesama manusia, dalam sikap maupun perkataan. Di surah Al Maidah ayat 54 bahkan Allah menyuruh kita untuk bersikap lemah lembut terhadap orang Mukmin dan menyuruh kita untuk tidak takut kepada celaan orang.

Subhanallah, Allah memberikan 2 tips kepada kita. Pertama, jika kita ingin bersuara mengeluarkan pendapat, berlemah lembutlaH. Itu yang pertama. Be humble. Nobody likes a loud arrogant voice.

Kedua, kalau kita memang benar, gak usah takut dengan celaan atau penilaian orang tentang kita gara-gara kita bersuara. Misalkan kalian tau ini arah yg salah, you have to be courageuos to speak out. Tapi inget, prinsip pertama. Berlemah-lembutlah. Gunakan kata-kata yang baik. Say it in a decent way.

Terakhir yang harus kita ingat adalah terima saja keputusan pemimpin. Itu yang diajarkan Islam. Prinsip ini bahkan bisa kita pelajari dalam shalat.

Jika seorang imam shalat 5 rakaat waktu shalat zuhur, apa yg makmum nya lakukan? ucap subhanallah dan berharap imam menyadari kesalahannya. Tapi jika sang imam tidak merasa salah, apa para makmum terus meninggalkan imamnya dan maksain untuk selesaiin shalat sendiri? No! mereka tetap ngikutin imamnya. karena kebersamaan dan kedisplinan dalam shalat lebih penting! begitupula di organisasi dan kelompok.

Wallahualam.

image

H.A

reference: here

Advertisements